Postingan

Dunia Semakin Tinggalkan Kelapa Sawit dan Kertas dari Hutan Tropis

Gambar
Sejumlah korporasi yang berbasis di Amerika dan Eropa, kini ramai-ramai mulai menerapkan kebijakan untuk menggunakan sumber-sumber yang memiliki standar keramahan lingkungan yang jelas, baik untuk bahan dalam penggunaan minyak kelapa sawit, maupun material kertas yang digunakan sebagai pembungkus yang diberikan kepada para konsumen mereka. Kebijakan anti-deforestasi ini berupaya agar pihak perusahaan menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak membeli materi kertas yang bersumber dari hutan hujan tropis di dunia, salah satunya dari Indonesia. Dari Amerika Serikat dilaporkan Yum! Brands, raksasa bisnis makanan siap saji yang memiliki jaringan restoran KFC, Pizza Hut dan Taco Bell menerapkan kebijakan anti-deforestasi ini untuk seluruh material pembungkus makanan mereka. Yum! juga akan meningkatkan porsi penggunaan kertas daur ulang dalam seluruh material pembungkus makanan mereka, serta menolak untuk memakai kertas yang bersumber dari penebangan hutan alami di negara-negara tr...

Bisnis kebun sawit makin sempit

Gambar
Sentimen negatif sepertinya belum beranjak dari emiten perkebunan. Kali ini berita buruk datang dari Kementerian Pertanian (Kemtan) yang merilis revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 26/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Beleid yang mengatur pembatasan kepemilikan lahan ini akan disahkan akhir April 2013. Kelak, setiap holding perusahaan perkebunan hanya dapat memiliki lahan maksimal 100.000 hektare (ha). Aturan sebelumnya, pembatasan kepemilikan 100.000 ha cuma berlaku untuk satu perusahaan saja. Analis Mega Capital Indonesia, Arief Fahruri mengatakan, pembatasan ekspansi lahan ini jelas berdampak negatif bagi emiten kelapa sawit. Maklum, ketersediaan lahan merupakan salah satu ukuran penting dalam bisnis kelapa sawit. Beleid ini bisa membuat prospek pertumbuhan jangka panjang emiten sawit akan terhambat. Tapi, Arief menilai, aturan ini lebih memberikan dampak signifikan bagi emiten dengan lahan kecil. Sementara, emiten dengan lahan luas masih bisa menjaga...

Harga CPO Merangkak Naik

Gambar
JPNN.com -  Kamis, 04 April 2013 Awan kelabu yang menyelimuti bisnis kelapa sawit mulai memudar. Ini terkait dengan mulai merangkak naiknya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, sepanjang Februari 2013, ekspor CPO Indonesia memang turun dibanding Januari 2013. "Ini lebih disebabkan turunnya volume, sebab harganya sekarang sedang naik," ujarnya Rabu (3/4). Data BPS menunjukkan, angka ekspor untuk komoditas minyak hewan/nabati yang mayoritas CPO pada Ferbuari lalu tercatat sebesar USD 1,65 miliar, turun dibandingkan periode Januari yang mencapai USD 1,94 miliar. Namun, dari sisi harga, BPS mencatat adanya tren kenaikan. Tahun lalu, harga CPO sempat mencapai level di atas USD 1.000 per ton. Namun, pada akhir tahun, harganya terus merosot seiring dengan turunnya permintaan di pasar internasional karena lesunya ekonomi dunia. Bahkan, pada Desember 201...

Penghasilan Negara dari Pajak Ekspor Kelapa Sawit 2012 Capai Rp28,3 Triliun

Gambar
Sekitar 3,7 juta jiwa penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari perkebunan sawit. Sekretaris Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian Mukti Sardjono mengatakan itu dalam seminar yang diadakan PT Astra Agro Lestari Tbk di Palu, Jumat (29/3/2013). Dia mengatakan komoditas kelapa sawit mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sumber penerimaan negara. Menurutnya, selain sumber pendapatan negara, perkebunan kelapa sawit juga mempunyai peranan penting bagi pendapatan masyarakat dan juga mendorong pengembangan wilayah, karena lebih dari 3,7 juta kepala keluarga terserap dalam industri dan perkebunan kelapa sawit. Begitu juga, kata dia, dari sisi pendapatan ekspor non minyak gas (Migas) nasional, nilai ekspor minyak sawit lebih besar dibanding nilai ekspor hasil pertanian di luar minyak sawit. “Selama 2012 lalu, negara memeroleh Rp28,3 triliun dari pajak ekspor atau bea keluar, hasil perkebunan kelapa sawit, sehingga sangat mendukung industri dalam negeri,” lanjutnya. Dia...

Program hilirisasi produk sawit

Gambar
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai program hilirisasi produk kelapa sawit yang tengah digalakkan pemerintah masih berjalan setengah hati. Pasalnya hingga saat ini pemerintah hanya berencana membangun infrastruktur industri, tanpa merangsang perilaku para pengusaha untuk membangun industri pengolahan produk turunan kelapa sawit. Bendaraha Gapki Sumut Laksamana Adyaksa mengatakan selama ini para pengusaha cenderung lebih suka melakukan perdagangan minyak sawit mentah (CPO), karena saat ini bea keluar yang dikutip pemerintah untuk minyak sawit mentah, masih sama dengan produk olahan. Sehingga karena tak mau direpotkan dengan sejumlah perijinan serta persoalan pengolahan, para pengusaha memilih untuk melakukan ekspor CPO. “Untuk apa diolah, kalau ekspor CPO saja sudah menguntungkan. Makanya itu perlu ada pengaturan ulang terkait bea keluar. Pemerintah harusnya membebankan bea keluar yang berbeda secara signifikan antara CPO dan produk olahannya. Bea keluar untuk prod...

Isu negatif kelapa sawit

Gambar
Maraknya isu negatif menghambat pengembangan kelapa sawit. Padahal, saat ini kelapa sawit penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar. Dengan raut wajah yang serius, pelaku perkebunan kelapa sawit yang juga ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPP) Kalteng, Teguh Patriawan menyampaikan kegundahannya akan maraknya isu negatif seputar kelapa sawit. Pagi itu, Teguh, dengan gemas memberikan fakta yang cukup menarik dalam menanggapi isu negatif tersebut. "Bagaimana mungkin luas areal kelapa sawit yang di Indonesia, yang cuma 8 juta ha ini dianggap merusak hutan." kata Teguh dengan nada tinggi. Di seluruh dunia, lanjut Teguh, luas areal kelapa sawit hanya sekitar 15 juta ha. bandingkan dengan misalnya soybeans (kedelai) yang luasnya 104 juta ha, atau rapeseed, 32 juta ha, kan tidak sebanding. Sebenarnya kalau diteliti lebih seksama kontribusi tanaman sawit terhadap lingkungan cukup besar. Pertama, minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling hemat akan p...

Perkebunan Sawit Dikuasai Swasta

Gambar
Jakarta, Aktual.co — Produksi kelapa sawit 2012 sebanyak 113.887 ton, 2011 sebanyak 114.326 ton, produksi kelapa sawit 2010 sebanyak 29.278 ton dengan luas lahan 16.878 hektare. Luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, pada 2012 mencapai 19.708 hektare atau meningkat dibanding 2011 yang hanya tercatat seluas 18.180 hektare. "Namun, hampir 75 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit yang ada itu dikuasai perusahaan swasta, sehingga pengembangan komoditas ini melenceng dari program awal untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bangka Selatan Kartino di Toboali Kamis (28/3).  Ia menjelaskan bahwa peningkatan luas perkebunan kelapa sawit ini tidak mempengaruhi produksi kelapa sawit yang mengalami penurunan karena harga CPO turun sebagai dampak krisis ekonomi global. Produksi kelapa sawit 2012 sebanyak 113.887 ton, 2011 sebanyak 114.326 ton, produksi kelapa sawit 2010 seban...