Postingan

Menampilkan postingan dengan label BUMNIS

Dalami Kompetensi PAL INDONESIA

Gambar
K apabilitas dan Kompetensi PT PAL INDONESIA (Persero) menggema sejak sukses membangunan Kapal Perang Ekspor Perdana ke Filipina. Puluhan orang Peneliti dan Militer Negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Network of Asean Defence and Security Institution (NADI) berkunjung ke PT PAL INDONESIA (Persero) Kamis Pagi (27/07). Bersama dengan delegasi Universitas Pertahanan, rombongan NADI diterima di Rupat 4 PIP langsung oleh Direktur Pembangunan Kapal, Turitan Indaryo beserta jajaran manajemen. Selama kunjungan, para delegasi dengan antusias menyerap informasi yang tersampaikan pada paparan video profile perusahaan dan diskusi singkat. Direktur Pembangunan Kapal, Turitan Indaryo menuturkan rasa terima kasih atas kunjungan para peneliti dan militer pertahanan dan keamanan Asean. “ Kami berterima kasih pada Kunjungan para ahli pertahanan dan keamanan negara-negara Asean ” ujarnya. Kedatangan NADI ini membuktikan bahwa Insan PAL INDONESIA telah mengharumkan dan membanggakan Nama Bangsa ke Du...

Pindad Segera Pasarkan Tank Medium Tahun Depan

Gambar
★ Dengan Kaliber 105 Milimeter MMWT FNSS- Pindad   [ FNSS ] ★ PT Pindad (Persero) siap memasarkan produk tank medium dengan laras kaliber 105 Milimeter hasil kerja sama dengan perusahaan Turki FNSS mulai 2018 mendatang. “ Tahun ini first article selesai, sehingga pada 2018 bisa mulai dipasarkan. Untuk sementara, pembahasan tentang pesanan ada dari TNI. Mereka sudah melakukan beberapa kali pembahasan. Mereka akan mengganti beberapa tank, ” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Kawasan PT Pindad, Kota Bandung, Senin (31/7/2017). Kendati demikian, dia mengaku belum ada kepastian jumlah tank yang akan dipesan TNI. Namun, sebagai gambaran, kapasitas produksi tank medium oleh PT Pindad antara 15-20 unit per tahun. Khusus untuk TNI, Pindad mengaku akan melakukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan TNI. “ Memang ada beberapa permintaan user yang belum bisa diakomodir karena masih pengembangan bersama. Tetapi setelah first article selesai, kami akan ubah ikuti permintaan TN...

LAPAN dan PTDI Lakukan Uji Terbang Rute dan Uji Coba Landasan Rumpin

Gambar
✈ Sambut First Flight N-219 ✈ Pesawat Kodiak 100 mendarat di runway 32 Rumpin Airfield R encana First Flight Pesawat N-219 yang tinggal menunggu hari, merupakan momen bersejarah yang patut di persiapan dengan matang, salah satunya adalah mencari alternatif lokasi pendaratan perdana di luar kota Bandung. Salah satu kandidat adalah landasan Rumpin yang berada di dekat lingkungan kantor Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN yang merupakan satker yang menangani langsung program pengembangan pesawat N-219 ini. Pengujian kelayakan dan kesiapan landasan Rumpin untuk didarati pesawat N-219 dilaksanakan menggunakan pesawat chaser Kodiak 100 (pabrikan Quest Aircraft, USA). Pesawat 8-10 penumpang ini melakukan take-off dari landasan Udara Husein Sastranegara Bandung dan landing di Landasan Udara Rumpin (Rumpin Airfield) pada Sabtu yang lalu, (17/6/2017). Kru yang melaksanakan penerbangan berjumlah 2 orang, Test Pilot Pesawat N-219 Captain Esther Gayatri dan Kapten Ervan, pilot dari TNI-AL. Penumpa...

Indonesia to Deliver 2 PH Air Force Aircraft

Gambar
✈ This Quarter ✈ PAF NC-212i aircraft [Detik] T he delivery of Philippine Air Force’s two NC-212i short takeoff and landing (STOL) medium transport aircraft ordered from Indonesia state-owned PT Dirgantara Indonesia-Indonesian Aerospace may take place this third quarter. The Philippine government entered a contract with the said Indonesian firm for the supply of two NC-212 aircraft early 2014. Delivery was expected late 2015. MaxDefense Philippines said delivery may take place next month. MaxDefense said “ PTDI failed to deliver the aircraft on time due to issues between PTDI and the approved autopilot supplier, who was bought by another company and was said to have not honored its commitments to PTDI, which led to the delay and blacklisting of PTDI. ” “ Blacklisting from Philippine government procurement board [is] coming to an end in 3 days, ” MaxDefense said. However, according to a credible source of Update Philippines, delivery may take place in September. CASA C-212 Aviocar i...

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

Gambar
Drone Rajawali 720 M enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom. " Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu, " kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah. " Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa, " katanya. Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di- up...

Jokowi Ingatkan Indonesia Harus Tetap Mandiri

Gambar
Banyak Tawaran Alutsista Asing Produksi rantis Komodo [Pindad]   P residen Joko Widodo mengatakan, Indonesia mendapat banyak tawaran kerja sama untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari beberapa negara. Tawaran yang masuk, antara lain berupa transfer teknologi, mulai dari desain alutsista bersama yang memungkinkan menghasilkan hak cipta baru dan dimiliki industri dalam negeri, hingga realokasi fasilitas produksi dari negara produsen alutsista ke Indonesia. Jokowi menegaskan, tawaran-tawaran itu harus dioptimalkan demi pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri. “ Tawaran-tawan tersebut harus dioptimalkan sehingga ada terobosan baru menuju kemandirian pertahanan. Terobosan itu harus mengubah pola belanja alutsista menjadi investasi pertahanan kita, ” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (26/7/2017). Jika kerja sama tersebut diwujudkan, Jokowi mengingatkan bahwa pengadaan alutsista harus memperhatikan faktor pemeliharaan. Jokowi tidak ingi...

Athan Inggris Tawarkan Kerjasama Dengan PT PAL

Gambar
P roduk berkualitas yang membanggakan dan mengharumkan nama Bangsa telah sukses diproduksi Insan PAL Indonesia. Strategic Sealift Vessel (SSV) sebagai kapal perang ekspor perdana yang berhasil di serahkan ke Kementerian Pertahanan Filipina. Hal ini membuat banyak Negara menengok PT PAL Indonesia (Persero) untuk melihat dan mengkaji peluang potensi yang dapat dikerjasamakan. Inggris, sebagai salah satu negara adidaya dan berteknologi kemaritiman yang handal, melihat potensi pada PT PAL Indonesia (Persero) untuk berkolaborasi bersama. Atase Pertahanan Colonel Adrian H Campbell-Black bersama tim diterima Direktur Utama PT PAL INDONESIA (Persero) Budiman Saleh, Direktur Pembangunan Kapal-Turitan Indaryo, Kepala Perencana Strategis Perusahaan-Tjahyono Yudo & Sekretaris Perusahaan-Elly Dwirat Manto. Andrian menyampaikan bahwa melalui industri Komponen yang berlokasi di Inggris ingin menawarkan kerjasama strategis dalam proyek pembangunan Kapal yang akan sedang dan dibangun PT PAL INDONE...

Kemenhan Verifikasi Pemindahan Tiga BUMN Industri Pertahanan

Gambar
Ke Lampung KRI 520, Kapal LST produk kota Lampung  ☆ T im Aset dan Data Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang bertugas memverifikasi pemindahan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Provinsi Lampung, mulai bekerja. Ketiga BUMN yang akan dipindahkan ke Lampung tersebut yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL Indonesia. Melalui surat nomor B/1011/VII/2017/DJPOT tertanggal 17 Juli 2017, Kemenhan menginformasikan kepada Direktur Utama ketiga BUMN tersebut membantu Tim Aset dan Data memverifikasi rencana pemindahan tersebut ke Lampung. Surat tersebut menyebutkan dasar kerja Tim Aset dan Data Kemenhan yakni rencana relokasi pabrik/industri BUMN ke Lampung. Lalu, disposisi Menteri Pertahanan kepada Dirjen Pothan untuk mengkaji kemungkinan permindahan ketiga BUMN tersebut ke Lampung. PT Pindad merupakan perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer berpusat di Bandung, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Kemudian, PT Dirgantara Indonesia (...

Pengembangan Produk Pindad 2016

Gambar
Pengembangan Produk Pindad 2016 [def.pk] ● PT Pindad terus mengembangkan produknya. Pada tahun 2016 terlihat beberapa produk yang dikembangkan dan akan di produksi untuk kebutuhan TNI. Tabel produksi dan penelitian yang diposkan madokafc@def.pk, terlihat beberapa prototipe senjata yang akan diluncurkan kemudian. Beberapa jenis senjata dengan kabiler yang berbeda turut disempurnakan, diantaranya senjata mesin kaliber 12,7 mm, Gatling gun, SS kaliber 7,62 mm, pistol dan senjata sniper. Selain itu PT Pindad juga mencoba membuat komponen senjata yang biasanya di impor dari luar negeri.    ★ Garuda Militer  

BPPT Siap Uji Pesawat Nirawak MALE

Gambar
Pada 2019 D rone MALE TAI Anka akan di produksi PT DI [ Youtube ] B adan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan konsorsium siap menguji pesawat udara nirawak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) di 2019. " Ke depan yang MALE kita kembangkan. Itu bisa terbang dengan jangkauan lebih jauh, muatan lebih banyak, durasi terbang lebih lama bisa 24 jam, digunakan untuk surveillance (pengawasan) perbatasan karena sifatnya lebih ke arah untuk pertahanan dan keamanan ," kata Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Ahad. Pembuatan prototipe untuk PUNA jenis ini, menurut dia, akan selesai pada 2018. Kepala Program Drone BPPT Joko Purwono mengatakan MALE akan sudah bisa diuji coba pada 2019. Kolaborasi pengerjaannya dilakukan BPPT dengan konsorisum yang di antaranya ada PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, Kementerian Pertahanan dan Keamanan hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan pesawa...

PAL Minta Pemerintah Berikan Izin Ekspor Kapal

Gambar
⍟ Ke Afrika LPD NG02 [GM] ☆ PT PAL Indonesia (Persero) meminta dukungan pemerintah dalam penerbitan lisensi ekspor kapal perang ke Afrika. Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya tengah melakukan penjajakan pengadaan kapal perang dengan beberapa negara Afrika, di antaranya dari Senegal. Ia menyebut Senegal berminat untuk memesan satu unit " Landing Platform Dock " (LPD atau kapal perang amfibi), dua unit kapal cepat rudal (KCR) serta Guinea Bissau dan Gabon yang masing-masing berminat memesan dua unit KCR berukuran 60 meter. " Senegal itu mau satu LPD, dua KCR 45 meter dan KCR 60 meter. Guinea Bissau ingin dua KCR 60 meter dan Gabon ingin dua KCR 60 meter. Untuk itu kami butuh dukungan pemerintah karena butuh export licence (izin ekspor), " ucapnya. Budiman mengatakan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara juga telah menyampaikan minat untuk memesan kapal dari PAL Indonesia. Terlebih militer Filipina...

PAL Indonesia Bakal Sibuk Beberapa Tahun Ini

Gambar
✬ Negara Afrika juga turut memesan produk PT PAL Indonesia SSV PAL Indonesia [PAL] ✮ M enurut media okezone, Selain Asia Tenggara, Budiman menambahkan, pasar Afrika juga mulai disasar. Dia menyebut negara seperti Senegal sudah mulai memesan kapal dari Tanah Air. " Saya gunakan jalur-jalur yang sama seperti yang dilakukan di PT Dirgantara Indonesia. Itu dilakukan Senegal pesan satu LPD, dua KCR 45 meter, tambah tiga KCR 60 meter. Kemudian Guinea dua KCR 60 meter dan Gabon dua KCR 60 meter, " tukasnya. Bila semua jadi dibuat, akan banyak LPD/SSV dan KCR produk PAL yang mendunia ...   Berikut list yang diberitakan media :  ⚓ Buat TNI AL 2 LPD + KCR 60 ⚓ 4 Kapal pembangkit Listrik ⚓ 2 SSV, 1 SSV Hospital dan 2 KCR 60 buat Filipina ⚓ 1 LPD, 3 KCR 60 dan 2 KCR 45 buat Senegal ⚓ 2 KCR 60 buat Gabon ⚓ 2 KCR 60 buat Guinea ⚓ Malaysia minati MRSS 163 m   ⚓ Garuda Militer  

PAL Indonesia Fokus Bangun Kapal Pembangkit Listrik

Gambar
Tahun ini prioritas pesanan dalam negeri Kapal Pembangkit Listrik karadeniz [tribunnews] ☆ PT PAL Indonesia tahun ini akan fokus membangun empat kapal pembangkit listrik dalam kerja sama dengan perusahaan Turki Karpowership. Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Kamis, mengatakan kerja sama dengan Karpowership mencakup pembangunan kapal pembangkit listrik yang nantinya dapat digunakan di Indonesia atau dipasarkan di kawasan Asia Pasifik. Selain fokus mengerjakan proyek kapal pembangkit listrik, PAL Indonesua juga akan memprioritaskan penyelesaian pesanan kapal Landing Platform Dock (LPD) dan kapal cepat rudal (KCR) dari TNI Angkatan Laut RI " Yang sudah pasti itu empat kapal dari Karpowership, kemudian kami masih menunggu dari Angkatan Laut kita. Insya Allah ada dua LPD lagi, mungkin ada KCR 60 meter juga, " katanya. Budiman mengatakan perusahaan memprioritaskan pengerjaan pesanan perusahaan Turki dan pesa...

Senegal Siap Order Kapal Perang PT PAL

Gambar
Ilustrasi P roduk industri pertahanan Indonesia melalui beberapa badan usaha milik negara (BUMN) mulai diminati beberapa negara di Benua Afrika. Salah satunya Senegal. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan, Senegal siap membeli produk kapal perang buatan PT PAL (Persero). “ Senegal sudah membicarakan mengenai pembelian kapal perang dengan PAL, kita tunggu saja, ” kata Harry, Jakarta, Senin (10/7/2017). Seperti diketahui, kapal perang jenis PKR atau kepanjangan dari Perusak Kawal Rudal ini merupakan kapal perang yang difungsikan untuk menyerang antar prukaan. Kapal ini juga dilengkapi dengan torpedo dan rudal yang mampu menenggelamkan kapal lawan. Sementara jenis LPD atau Landing Platform Dock adalah kapal angkut personil yang cenderung memiliki ukuran yang lebih besar dari PKR. Kapal ini mampu mengangkut ribuan personel, 22 kendaraan lapis baja, dan sejumlah helikopter. “ Jika ini nanti dikirim, maka akan menjad...