Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kemhan

Kemhan Siapkan Jalur Kereta Api di Kalimantan

Gambar
Untuk Penggeseran Tank Leopard & Logistik MBT Leopard 2RI [skokheh22] ☆ H adirnya jalur kereta api di Pulau Kalimantan ke depan, diharapkan Kementerian Pertahanan bisa memudahkan proses pengangkutan Alutsista seperti tank-tank tempur yang beratnya mencapai puluhan ton. Sekaligus nanti memobilisasi pasukan TNI. Dihadapkan pada kondisi tanah yang gambut di Kalimantan, kecil kemungkinan tank berat seperti Leopard seberat 60 ton bisa dimobilisasi tanpa moda angkutan yang cepat dan efisien, seperti kereta api. " Dalam pertempuran modern, sudah sangat lazim tank melawan tank. Tank berat seperti Leopard atau yang medium sekitar 20 ton itu bisa jalan di jalur biasa. " " Olehnya pembangunan jalur kereta api kami harap bisa mengangkut tank-tank ke daerah yang nanti diskenariokan sebagai daerah pertempuran, " kata Kapuslitbang Strahan Balitbang Kementerian Pertahan RI Laksamana Pertama TNI Agus Rustandi saat berada di Gedung PUPR Perkim Kalimantan Utara, Kamis (3/8/2017)....

Pindad Segera Pasarkan Tank Medium Tahun Depan

Gambar
★ Dengan Kaliber 105 Milimeter MMWT FNSS- Pindad   [ FNSS ] ★ PT Pindad (Persero) siap memasarkan produk tank medium dengan laras kaliber 105 Milimeter hasil kerja sama dengan perusahaan Turki FNSS mulai 2018 mendatang. “ Tahun ini first article selesai, sehingga pada 2018 bisa mulai dipasarkan. Untuk sementara, pembahasan tentang pesanan ada dari TNI. Mereka sudah melakukan beberapa kali pembahasan. Mereka akan mengganti beberapa tank, ” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Kawasan PT Pindad, Kota Bandung, Senin (31/7/2017). Kendati demikian, dia mengaku belum ada kepastian jumlah tank yang akan dipesan TNI. Namun, sebagai gambaran, kapasitas produksi tank medium oleh PT Pindad antara 15-20 unit per tahun. Khusus untuk TNI, Pindad mengaku akan melakukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan TNI. “ Memang ada beberapa permintaan user yang belum bisa diakomodir karena masih pengembangan bersama. Tetapi setelah first article selesai, kami akan ubah ikuti permintaan TN...

Kemhan 'Ngotot' Jualan Jet Tempur KF-X/IF-X

Gambar
Indonesia akan ikut menjadi penjual jet tempur hasil kerja sama dengan Korea Selatan. ( detik ) ● K ementerian Pertahanan menyatakan, kerjasama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X dengan Pemerintah Korea Selatan jauh lebih menguntungkan daripada membeli pesawat. " Kami tidak lagi menjadi pembeli (pesawat tempur), tapi menjadi penjual, " kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Anne Kusmayati di Jakarta, Jumat (28/7). Anne menambahkan, pesawat tempur ini akan dipasarkan ke negara-negara Asia Pasifik, meski enggan merinci nama negara yang dituju. Jet tempur jenis KF-X/IF-X ini merupakan implementasi kerjasama strategis antara Pemerintah RI dan Pemerintah Korea Selatan yang ditandatangani pada 2006. Rencananya jet tempur jenis ini akan siap beroperasi paling lambat pada 2030. Anne mengatakan, mengembangkan pesawat tempur secara mandiri lebih menguntungkan karena desain pesawat yang dibuat dapat menyesuaikan dengan persyaratan operasional dari PT Dirgantara Indonesia. ...

Rajawali 720, Bukan Sekedar Drone

Gambar
UAV berbentuk unik itu mulai meraung. Kecepatannya bertambah dan kemudian akhirnya lepas landas. Inilah UAV besutan PT. Bhineka Dwi Persada, yang diberi nama Rajawali 720. Selain bentuknya yang tidak biasa, spesifikasi UAV ini bisa dibilang lebih besar dibanding UAV lokal lainnya. Secara umum, Rajawali 720 memiliki panjang 4 meter dan rentang sayap 7 meter. Dengan payload 100 kg, UAV ini memiliki kecepatan jelajah hingga 135 km/jam. Namun yang istimewa adalah ketahanan terbangnya yang bisa mencapai lebih dari 20 jam. Sementara jarak terbang Line of sight , masih di angka 150an km. Angka ini bisa bertambah jika Rajawali 720 bisa terkoneksi dengan kendali melalui satelit. Namun bukan hanya UAV yang ditawarkan. PT. Bhineka dwi persada juga merancang sistem integrasi antara UAV dan Prajurit di lapangan dalam sebuah Mobile Command Control Vehicle. MCCV ini murni desain PT. Bhineka bekerja sama dengan Balitbang Kemhan. Kendaraan truk ini, bukan hanya sebagai pengendali UAV, tapi juga seba...

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

Gambar
Drone Rajawali 720 M enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom. " Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu, " kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah. " Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa, " katanya. Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di- up...

[Foto & Video] Ujicoba Drone

Gambar
Di Lapangan Terbang Pustekroket Rumpin B eberapa unit drone hasil karya anak bangsa di pamerkan dan ujicoba di Bogor. Foto dan Video dibawah diposkan pr1v4t33r@def.pk : Drone ini dinamakan UAS 'Rajawali 720', merupakan hasil kerjasama antara litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan. Penampakan drone 'Elang Laut', hasil kerjasama TNI AD bersama PT Carita Boat Indonesia. Drone ini dinamakan M3LSU03, diyakini produk LAPAN. Drone 'Elang L aut' akan diujicoba terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor. Mobile Command Control Vehicle (MCCV) Balitbang Kemhan. Video demo ujicoba terbang 'Rajawali 720' dari Youtube.   ★ Garuda Militer  

Jokowi Ingatkan Indonesia Harus Tetap Mandiri

Gambar
Banyak Tawaran Alutsista Asing Produksi rantis Komodo [Pindad]   P residen Joko Widodo mengatakan, Indonesia mendapat banyak tawaran kerja sama untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari beberapa negara. Tawaran yang masuk, antara lain berupa transfer teknologi, mulai dari desain alutsista bersama yang memungkinkan menghasilkan hak cipta baru dan dimiliki industri dalam negeri, hingga realokasi fasilitas produksi dari negara produsen alutsista ke Indonesia. Jokowi menegaskan, tawaran-tawaran itu harus dioptimalkan demi pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri. “ Tawaran-tawan tersebut harus dioptimalkan sehingga ada terobosan baru menuju kemandirian pertahanan. Terobosan itu harus mengubah pola belanja alutsista menjadi investasi pertahanan kita, ” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (26/7/2017). Jika kerja sama tersebut diwujudkan, Jokowi mengingatkan bahwa pengadaan alutsista harus memperhatikan faktor pemeliharaan. Jokowi tidak ingi...

UAS Rajawali 720 Sukses Terbang

Gambar
Ditinjau Menhan di Bogor UAS Rajawali 720 pada pameran Indo defense 2016   M enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau uji coba Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA). Pesawat itu merupakan hasil kerjasama antara hasil litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan. Uji coba tersebut dilakukan di Lapangan Terbang Rumpin, Jl Raya Cicangkal, Rumpin, Bogor, Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 09.25 WIB. Hadir dalam uji coba itu pejabat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan pimpinan perusahaan PT Dirgantara Nusantara. Pesawat yang diterbangkan bernama Rajawali 720. Pesawat tersebut dapat terbang lebih dari 24 jam dengan radius jelajah hingga 1.000 km. " Ini adalah pameran drone yang dilaksanakan Balitbang Kemhan. Selain pesawat Rajawali ada 11 pesawat lainnya, " kata Kapuskom Publik Kemhan Totok Sugiharto. Selain Rajawali 720, rencananya akan diuji coba empat pesawat lainnya. Empat pesawat tanpa awak tersebut adalah Puna alap-alap, Wulung...

Kemenhan Verifikasi Pemindahan Tiga BUMN Industri Pertahanan

Gambar
Ke Lampung KRI 520, Kapal LST produk kota Lampung  ☆ T im Aset dan Data Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang bertugas memverifikasi pemindahan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Provinsi Lampung, mulai bekerja. Ketiga BUMN yang akan dipindahkan ke Lampung tersebut yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL Indonesia. Melalui surat nomor B/1011/VII/2017/DJPOT tertanggal 17 Juli 2017, Kemenhan menginformasikan kepada Direktur Utama ketiga BUMN tersebut membantu Tim Aset dan Data memverifikasi rencana pemindahan tersebut ke Lampung. Surat tersebut menyebutkan dasar kerja Tim Aset dan Data Kemenhan yakni rencana relokasi pabrik/industri BUMN ke Lampung. Lalu, disposisi Menteri Pertahanan kepada Dirjen Pothan untuk mengkaji kemungkinan permindahan ketiga BUMN tersebut ke Lampung. PT Pindad merupakan perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer berpusat di Bandung, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Kemudian, PT Dirgantara Indonesia (...

Komisi I DPR Setujui Penambahan 20% Anggaran di APBN-P Kemhan

Gambar
SSV PAL Indonesia [PAL] ✮ K omisi I DPR menyetujui usulan penambahan anggaran dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Kementerian Pertahanan 2017. Kemhan akan mendapat tambahan anggaran sebesar 20% dari APBN 2017. Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra menyebut APBN 2017 untuk Kemhan sebesar Rp 108 triliun. Penambahan anggaran di RAPBN-P sebesar 20% ini untuk kebutuhan operasional TNI. " Ini APBN-P mengoreksi APBN yang sedang berjalan, karena itu tadi dikoreksi. Ternyata, masih ada anggaran yang bisa digunakan untuk kementerian dan kelembagaan, ada juga yang tidak mengajukan tambahan, " ujar Supiadin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017). Adapun penambahan anggaran 20% itu untuk mencukupi kebutuhan mendesak karena dinamika perkembangan situasi keamanan wilayah di perbatasan. Itu terkait juga dengan situasi di Marawi, Filipina. " Ada kebutuhan-kebutuhan yang belum selesai dan kebutuhan mendesak menghadapi dinamika perke...

✬ Spesifikasi 2 Unit Helikopter Tempur dari PTDI

Gambar
✬ Empat unit sisanya akan diserahkan paling lambat awal tahun 2017 ✬ Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menerima dua helikopter tempur Full Combat SAR Mission EC-725 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di hanggar final assy Fixed wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat, (25/11/2016). K ementerian Pertahanan Republik Indonesia menerima dua helikopter tempur Full Combat SAR Mission EC-725 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di hanggar final assy fixed wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (25/11/2016). Dua helikopter tersebut diterima langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dari Direktur Utama PTDI Budi Santoso. " Kami serahkan dua unit heli EC-725 Full Combat SAR Mission ini kepada pihak kementrian Pertahanan. Heli ini dapat digunakan untuk berbagai misi seperti troop transport, SAR dan digunakan untuk bertempur karena dilengkapi oleh persenjataan, " kata Budi Santoso dalam sambutannya, Jumat pagi. Budi menambahkan, selain unt...

Airbus Helicopters delivers first three AS565 MBe Panther to Indonesia

Gambar
First three of 11 AS565 MBe Panther helicopters handed over to PT Dirgantara Indonesia. Deliveries to run through to 2018. AS565 MBe will bring increased mission capabilities, specifically for anti-submarine warfare missions First three of 11 AS565 MBe Panther helicopters to Indonesia. [Airbus Helikopter/Eric Raz] ★ A irbus Helicopters has delivered the first three of the 11 AS565 MBe Panther helicopters to Indonesia, ahead of contract schedule, at a ceremony at Airbus Helicopters’ headquarters in Marignane, in the presence of representatives from Indonesia’s Ministry of Defence and the Indonesian Navy. This follows the contract signature in late 2014 with PT Dirgantara Indonesia for 11 AS565 MBe helicopters. The delivery of the remaining helicopters will run through to 2018. “ We are excited to witness the handover of the first three AS565 MBe helicopters to our partner today ”, said Janick Blanc, Head of the Panther programme at Airbus Helicopters. “ The AS565 MBe has been developed ...