Postingan

Menampilkan postingan dengan label Edukasi

Mahasiswa Unair Ciptakan Robot Penyeteril Bakteri

Gambar
Ilustrasi Bakteri ★ L ima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan robot AUROWS ( Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer ). AUROWS yakni Robot Pintar Pensteril Bakteri dan Pembawa Sampah Klinis untuk Mengurangi Penyebaran Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit. Kelima mahasiswa dari Fakultas Vokasi Unair tersebut yakni, Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq. Proposal mereka lolos dan memperoleh dana pengembangan program PKM 2016 dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 12,2 juta. Akhmad Afrizal Rizqi, mengatakan, robot pintar tersebut dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit. Robot tersebut diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis, dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer. Sehingga memudahkan peng...

"You cant win Southeast Asia without winning Indonesia" says Go-Jek founder

Gambar
The founders of two of Indonesia's most successful companies talk growth strategies and international competition in their country's highly attractive market environment. L-R: William Tanuwijaya of Tokopedia, Nadiem Makarim of GO-JEK and The Wall Street Journal's global techology editor, Jason Dean. [Credit: The Wall Street Journal's D.Live Asia Conference] ★ T he beauty of building business in Indonesia today is that enterprising companies can learn from the mistakes made by their more developed neighbours, such as China and India. That insight comes from the CEOs of two of Indonesia’s most successful homegrown companies, online marketplace Tokopedia and cross-sector startup Go-Jek, speaking at The Wall Street Journal’s D.Live conference in Hong Kong today. While Indonesia’s GDP per capita last year was around the same as China’s in 2008, according to William Tanuwijaya, CEO of Tokopedia, Indonesia today has various advantages that he thinks will lead to relatively fa...

Karya Anak SMA Laguboti Dibawa NASA ke Luar Angkasa

Gambar
[CNN Indonesia/Fitri Chaeroni] ★ D ari Laguboti ke luar angkasa. Begitulah nasib karya 10 siswa SMA Unggul Del, di Laguboti, Sumatera Utara. Mereka meneliti mengenai fermentasi untuk kebutuhan makanan astronaut di luar angkasa dan hasilnya diterbangkan oleh NASA ke luar angkasa. Untuk membahas soal karya para siswa itu, CNN Student berbincang-bincang dengan Gilbert Nadapdap, Ketua Divisi Engineering dari tim sekolah ini. Gilbert bercerita, ke-10 siswa ini dibagi menjadi 3 tim. Tim sains, tim engineering dan tim programming. Mereka membuat penelitian dan membuat alat untuk mengamati bagaimana proses fermentasi di luar angkasa. Alasan pemilihan fermentasi ini Gilbert menjelaskan, bahwa ini terkait dengan kebutuhan para astronaut dan juga manusia di masa depan. “ Astronaut membutuhkan bahan bakar dan makanan. Jika mereka membawa makanan dalam jumlah banyak ke luar angkasa itu akan memakan biaya yang sangat besar. Jadi dengan fermentasi makanan akan mengurangi beban mereka, hanya dengan m...