Postingan

Menampilkan postingan dengan label ITE

Jokowi Perintah ke Polri Usut Tuntas Soal Muslim Cyber Army

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Presiden Joko Widodo menyatakan sikapnya mengenai kasus penyebaran hoaks yang melibatkan kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Jokowi meminta kepolisian tidak ragu untuk mengusut tuntas semua kasus penyebaran hoaks, termasuk yang melibatkan sindikat MCA. “Saya kira polisi tahu ini pelanggaran hukum atau tidak. Kalau pelanggaran hukum, sudah saya perintahkan, entah itu Saracen, entah itu MCA, kejar, selesaikan, tuntas. Jangan setengah-setengah,” kata Jokowi kepada wartawan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/3/2018) seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet. (Ilustrasi) Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua APPSI Syahrul Yasin Limpo, tuan rumah Rakernas APPSI Ahmad Heryawan dan anggota Wantimpres Agum Gumelar menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri Rakernas Asosisasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari...

Setara Minta Polri Lacak Aktor Intelektual Muslim Cyber Army

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Ketua Setara Institute Hendardi meminta Direktorat Siber Polri melacak aktor intelektual di balik Muslim Cyber Army (MCA) guna melindungi masyarakat dari bahaya berita bohong atau hoaks. Hendardi menyatakan, penangkapan enam anggota MCA itu sekaligus membuktikan bahwa ujaran kebencian itu sengaja di desain dengan tujuan sangat berbahaya. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran menunjukkan lima foto tersangka terkait pengungkapan kasus penyebar ujaran kebencian dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan The Family Muslim Cyber Army (MCA), Jakarta, Rabu (28/2/2018). tirto.id/Andrey Gromico "Praktik semacam ini bukan hanya membahayakan kontestasi politik tetapi yang utama adalah membelah masyarakat pada pro dan kontra tentang suatu konten informasi dan ini membahayakan bagi kohesi sosial kita," kata Hendardi di Jakarta, Selasa (6/3/2018), seperti dikutip Antara. Menurut dia, sindikat MCA ini berbeda...

Menghina Jokowi di Facebook Pria Ini Ditangkap Tim Siber Dari Bareskrim Polri

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Tim siber (cyber troops) dari Bareskrim Polri menangkap seorang warga Lombok, Nusa Tenggara Barat, berinisial KJ (40), karena diduga menyebar ujaran kebencian dan penghinaan kepada Presiden RI Joko Widodo melalui akun media sosial facebook. Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Sabtu, membenarkan bahwa KJ ditangkap pada Jumat (2/3) dini hari, ketika sedang berada di Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Ilustrasi Pria Ditangkap yang Menghina Jokowi di Facebook oleh Tim Siber Dari Bareskrim Polri. “Jumat dini hari, sekitar pukul 01.30 WITA, tim siber dari Bareskrim Polri dibantu Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB melakukan penangkapan terhadap KJ alias Among di Gili Trawangan,” kata Tri Budi yang dihubungi wartawan di Mataram. Pria asal Mekar Sari, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, itu ditangkap karena diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan menggunggah sep...

Analisis Polri Tentang Pola Penyebaran Hoaks Penyerangan Ulama

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan penyebaran hoaks atau kabar bohong tentang penyerangan ulama di media sosial sempat meningkat pesat selama Februari 2018. "Terlihat adanya grafik peningkatan isu penganiayaan terhadap ulama di medsos [media sosial], yakni kurun waktu 2-27 Februari 2018," kata Fadil di Mabes Polri Jakarta, pada Senin (5/3/2018) seperti dikutip Antara. Lima tersangka kasus penyebar ujaran kebencian dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan The Family Muslim Cyber Army (MCA) dihadirkan dalam konferensi pers di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018). tirto.id/Andrey Gromico. Namun, Fadil mencatat, sejak 28 Februari hingga awal Maret 2018, terjadi penurunan signifikan penyebaran isu hoaks tersebut di media sosial. "Lalu grafik menurun kemudian," kata Fadil. Dia menduga penurunan tersebut terjadi setelah polisi menangkap en...

Aliran Dana ke MCA Harus Dibuktikan Polisi Agar Tak Jadi Hoaks

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Polisi telah mengungkap dua kelompok yang diduga menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian: Saracen Cyber Team dan yang terbaru Muslim Cyber Army (MCA) dalam setahun terakhir. Pada kasus motif Saracen menyebar hoaks adalah ekonomi. Sedangkan pada kasus MCA diduga punya motifkepentingan politik dan keuntungan ekonomi. Menurut pihak kepolisian motif keuntungan ekonomi jadi benang merah terhadap kedua kasus tersebut. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran menunjukkan lima foto tersangka terkait pengungkapan kasus penyebar ujaran kebencian dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan The Family Muslim Cyber Army (MCA), Jakarta, Rabu (28/2/2018). tirto.id/Andrey Gromico Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengatakan sosok penting dalam kelompok Muslim Cyber Army, Muhammad Luth, menerima dana dari pihak tertentu. Irwan meyakini ada pihak yang memberi bantuan m...

Komnas HAM-Menkopolhukam Tangkal Ujaran Kebencian di Pilpres 2019

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Komnas HAM mengadakan rapat audiensi dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto. Kedua pihak pun sepakat akan bekerja sama dalam menangkal masalah kekerasan dan ujaran kebencian menjelang pemilihan presiden 2019 nanti. "Lebih lanjut akan ada pertemuan yang lebih teknis dan detail tekait penanganan isu tertentu. Misalnya dinamika politik pilpres pilkada," kata Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Ilustrasi ujaran kebencian. FOTO/Istock Sementara menurut Wiranto, memasuki waktu pilkada 2018 dan pilpres 2019 nanti, wajar jika tensi politik memanas. Namun, jangan sampai ada kelompok atau perorangan yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Untuk itu, Wiranto mengimbau kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas setiap kelompok yang menyebarkan kabar bohong dan ujaran kebencian tersebut. "Saya minta pada aparat kepolisian, kejar! Tangkap! Hukum sekeras-kerasnya. Karena itu akan menggangg...

Bantahan Fadli Zon Soal Isu Makan Bersama Admin Muslim Cyber Army

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi beredarnya foto makan bersama antara dirinya dengan pengurus Muslim Cyber Army (MCA), kelompok yang diduga sebagai komplotan penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Fadli menegaskan kabar itu tidak benar. Menurutnya, orang dalam foto yang beredar itu bernama Eko. Ia merupakan pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2017. Fadli Zon. antara foto/sigid kurniawa. "Eko ini orang yang berjalan kaki dari Madiun ke Jakarta sebagai bentuk realisasi dari nazarnya kalau Anies-Sandi menang, dia akan jalan kaki dari Madiun sampai Jakarta," kata Fadli, Jumat (2/3/2018) di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Fadli mengaku menyambut kedatangan Eko saat di Jakarta dalam acara yang juga dihadiri Anies-Sandi. Saat itu, Eko juga diajak makan bersama oleh Fadli. Politisi Partai Gerindra ini mengaku bahwa ia memang menyopiri Eko kala itu. "Jadi jelas saudara Ek...

Prabowo Adukan Akun Medsos ke Polisi Usai Dituduh Kenal Admin MCA

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melaporkan akun Instagram bernama @beritatemanpintar ke Bareskrim Mabes Polri pada hari ini. Laporan Prabowo diserahkan bersamaan dengan langkah Wakil Ketua Umum Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon melaporkan sejumlah akun twitter ke kepolisian. Fadli Zon dan Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Jumat sore (2/3/2018). (ilustrasi) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari. Habiburokhman mengatakan, akun akun Instagram @beritatemanpintar telah menampilkan gambar Prabowo dan Fadli makan bersama dengan seseorang. Akun ini menuduh orang itu merupakan admin Muslim Cyber Army (MCA). Karena itu, Habiburokhman menuding pemilik akun tersebut telah melakukan ujaran kebencian dan mencemarkan nama baik Prabowo. Muslim Cy...

Divonis 1,5 Tahun, Jonru: Pengadilan Paling Adil Itu di Akhirat

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Terdakwa kasus ujaran kebencian Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting divonis 1,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta. Majelis hakim mengatakan Jonru terbukti bersalah karena menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial Facebook. Ditemui usai menjalani sidang pembacaan vonis di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (2/3/2018), Jonru mengatakan selama dirinya tidak divonis bebas, maka keputusan majelis hakim yang dibacakan Hakim Ketua Antonius Simbolon dinilainya tidak adil. Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Jon Riah Ukur (Jonru Ginting) bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (22/1/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto "Saya percaya bahwa pengadilan yang paling adil adalah pengadilan di akhirat kelak. Pengadilan di akhirat kelak dari Allah SWT yang maha adil. Jadi apapun keputusan di sini, keputusan yang menyatakan selain saya bebas merupakan keputusan yang tidak ...

Fadli Zon Laporkan Ananda Sukarlan di Kasus Pencemaran Nama Baik

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Wakil Ketua DPR Fadli Zon melaporkan komposer Ananda Sukarlan ke Bareskrim Mabes Polri pada hari ini. Laporan itu menuding Ananda mencemarkan nama baik Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut melalui unggahan akunnya di twitter. Pada laporan yang sama, Fadli juga mengadukan pemilik sejumlah akun media sosial lain yang menyebar materi serupa dengan unggahan akun milik Ananda. Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Antara foto/m agung rajasa. Laporan Fadli tersebut sudah resmi diterima Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP 301/III/2018/Bareskrim tertanggal 2 Maret 2018. Para terlapor diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana dimaksud Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 dan atau Pasal 28 ayat 2 dan atau Pasal 36 UU ITE dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. Fadli mempermasalahkan akun twitter @anandasukarlan yang me-retweet unggahan foto aktivitas dirinya bersama Prabowo Subianto saat makan bersama dengan seseorang....

Cara Jejaring "Muslim Cyber Army" (MCA) Menyebar Hoaks dan Kebencian

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Polisi menangkap 14 orang yang diduga terkait dengan jaringan penyebar hoaks dan ujaran kebencian pada medio 2017-2018. Keempat belas orang itu terhubung dengan satu kelompok besar bernama Muslim Cyber Army. Nama Muslim Cyber Army mencuat pada Pilkada Jakarta 2017. Kala itu, MCA mengklaim sebagai kelompok yang memperjuangkan kepentingan umat Islam dan berupaya menggagalkan kemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Lima tersangka kasus penyebar ujaran kebencian dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan The Family Muslim Cyber Army (MCA) diungkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018). tirto.id/Andrey Gromico Setelah Pilkada 2017, MCA tetap melakukan kegiatan untuk menjatuhkan oposisi politiknya. Saat ini, MCA menyerang rezim yang sedang berkuasa yakni pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Cara kerja mereka dengan mengembangkan isu penganiayaan ...

Muslim Cyber Army Diduga Punya Kepentingan Politik di Pilkada 2018

Gambar
Hukum Dan Undang Undang ( Jakarta ) ~ Polisi menduga ada kepentingan politik di balik tindakan Muslim Cyber Army menyebarkan hoaks penculikan ulama dan kebangkitan PKI. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto dalam keterangan kepada pewarta, Kamis (1/3/2018), menyampaikan dugaan itu berdasarkan fakta bahwa menjelang Pilkada serentak 2018, setiap pihak yang ingin kekuasaan sedang berusaha menjatuhkan lawan politiknya. Lima tersangka kasus penyebar ujaran kebencian dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan The Family Muslim Cyber Army (MCA) diungkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018). tirto.id/Andrey Gromico "Pasti ada [hubungan dengan Pilkada 2018], ini kan Pak Kapolri selalu mengingatkan bahwa awal tahun ini seluruh parpol telah memanaskan mesin politik. Semua yang berkepentingan yang terkait Pilkada memanaskan mesinnya tapi jangan sampai overheat," kata Setyo di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta. ...