Postingan

Menampilkan postingan dengan label INKA

Senegal Berminat Beli Pesawat, Kapal dan Kereta Indonesia

Gambar
Ilustrasi - Pesawat CN235-220M pesanan Senegal [republika] ☆ P emerintah Senegal dalam Forum Bisnis Indonesia-Senegal pertama di Dakar pada Rabu (7/6) menyampaikan minat untuk membeli pesawat CN-235, kapal feri dan kapal tanker, serta kereta api buatan Indonesia. Hal itu disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis. Dalam pertemuan bisnis tersebut, pihak Senegal menunjukkan minat yang besar terhadap pembelian pesawat CN-235 yang ke-3 dan ke-4, serta penjajakan pemesanan kapal feri penumpang 500 kursi dan kapal tanker, kata Duta Besar RI untuk Senegal Mansyur Pangeran. Selain itu, lanjut Dubes Mansyur, Senegal juga berminat untuk membeli kereta api buatan PT. INKA untuk proyek pembangunan prioritas " Plan Senegal Emergent " (PSE) di sektor perkeretaapian yang menghubungkan Dakar-Tambacounda dan Dakar-St. Louis. Dia menambahkan, dalam pertemuan antarpelaku bisnis di Forum Bisnis Indonesia-Senegal itu Presiden Dewan Perkapala...

Banyak Negara Afrika Kepincut Kereta Buatan INKA

Gambar
Dapat proyek 100 lokomotif ke Zambia D eretan produk kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tembus pasar internasional. Kereta buatan INKA laris dibeli sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga ke negara kanguru yakni Australia. Direktur SDM dan Keuangan Inka, Mohamad Nur Sodiq, mengungkapkan pihaknya saat ini fokus membidik negara-negara Afrika sebagai pasar baru. Menurutnya, beberapa negara yang disasar yakni Mesir, Senegal, Zambia, dan Ethiopia. " Kita baru dapat proyek pembuatan 100 lokomotif ke Zambia, ini kerja sama dengan Bombardier, nilainya hampir US$ 40 juta. Sebenarnya kita sudah bisa buat lokomotif sendiri, tapi untuk teknik yang lebih canggih, kita kerjasama dulu, " ujar Sodiq ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/6/2017). Menurutnya, sejumlah negara di Afrika yang sudah menyatakan ketertarikannya pada kereta maupun lokomotif. Pihaknya sudah mengirim tim ke negara-negara tersebut, beberapa bahkan sudah mulai ikut ten...

Penampakan Kereta Lebaran

Gambar
Made in Madiun [Dok. PT INKA] ● PT Industri Kereta Api (INKA) akan mengirim 6 rangkaian kereta ke PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebanyak 6 rangkaian kereta buatan INKA akan digunakan sebagai angkutan tambahan saat mudik lebaran. Kereta itu merupakan jenis ekonomi premium. Kenapa ekonomi premium? Karena walaupun termasuk dalam kelas ekonomi tapi kereta itu memiliki berbagai fasilitas kelas eksekutif. Mulai dari pendingin udara, televisi, hingga kursi yang bisa diatur kenyamanannya. Dilengkapi pula dengan toilet yang bersih dan nyaman. " Interior kereta lebih dipercantik dengan penggunaan alumunium extruction pada Center Ceiling dan bagasi atas. Ini merupakan kereta ekonomi serasa eksekutif, " ungkap Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017). Kereta Lebaran ini berkelir putih dengan sentuhan kombinasi garis merah dan oranye di bagian luarnya. Tampak luar, model kereta itu memiliki gaya yang minimalis se...

Kereta Made In Madiun Laris

Gambar
Diborong Bangladesh Hingga Australia Gerbong kereta p esanan Bangladesh ● D eretan produk kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tembus pasar internasional. Kereta buatan INKA laris dibeli sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga ke negara kanguru yakni Australia. Tak hanya itu, INKA juga sedang menjajaki pasar sejumlah negara di benua Afrika. " Kami sudah ke Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, dan sudah ke Banglades. Dalam waktu dekat kami menembak pasar ke Tanzania, Senegal. Delegasi kami sudah ke sana, dan delegasi mereka sudah ke sini untuk tindak lanjut yang lebih intens, " kata Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017). Menurut Cholik, negara-negara tersebut memesan produk kereta yang berbeda-beda dari INKA. Tergantung kebutuhan masing-masing negara. Jumlah pesanan juga tak hanya satu dua unit saja, tapi hingga ratusan unit. Contohnya Banglad...

RI-Mesir Bahas Potensi Kerja Sama Industri

Gambar
Pembuatan gerbong kereta di pabrik PT Industri Kereta Api (INKA). TEMPO/Ishomuddin ★ Negara anggota Developing Eight (D-8), termasuk Indonesia, telah memanfaatkan kerja sama internasional untuk meningkatkan pengembangan industri di tingkat bilateral. “ Kami telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzi, " kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono lewat siaran pers diterima di Surabaya, Kamis, 12 Mei 2016. Sigit mengatakan, pertemuan tersebut banyak membahas berbagai potensi kerja sama di bidang industri antara Indonesia dan Mesir secara bilateral, baik yang sedang di inisiasi maupun yang berpotensi akan menguntungkan kedua negara. Salah satu pembahasan yang cukup mendapat perhatian adalah rencana kerja sama PT Industri Kereta Api (INKA) dengan perusahaan BUMN di Mesir yang saat ini masih dalam tahap negosiasi. “ PT. INKA berencana mengadakan kontrak kerja sama industri maupun perd...

15 Kereta Diekspor ke Bangladesh

Gambar
Made in Madiu n [Imam Wahyudiyanta] ★ I ndonesia melakukan ekspor kereta penumpang ke Bangladesh. Untuk tahap awal, sebanyak 15 kereta penumpang dikirim ke Bangladesh. Total kontrak pengadaan kereta untuk Bangladesh sebanyak 150 kereta penumpang. Kereta penumpang pesanan Bangladesh Railway tersebut adalah buatan PT INKA (Persero). Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyambut positif langkah INKA. Menurut Bambang, INKA mampu mencari celah pasar di luar Indonesia untuk memasarkan produknya. " Tidak hanya bergantung domestik, tetapi juga mengejar pasar luar negeri, ekspor, " ujar Bambang dalam acara pelepasan ekspor tahap pertama gerbong kereta INKA dan peluncuran Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (31/3/2016). Proses ekspor kereta ke Bangladesh (Imam Wahyudiyanta/Detik) Bambang berpesan agar produsen kereta yang bermarkas di Madiun Jawa Timur tersebut memperhatikan kualitas dan kuantitas kereta. Bambang...