Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kerjasama

Indonesia, Laos Sepakat Tingkatkan Kerjasama

Gambar
Menandai 60 tahun kerjasama Indonesia-Laos, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith pada Kamis (27/7) menggelar pertemuan bilateral di Jakarta. Ilustrasi produk Pindad [ryan boedi] ● S elain mengadakan pertemuan bilateral, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith pada Kamis (27/7) juga menghadiri pertemuan kelima JCBC (Komisi Bersama untuk Kerjasama Bilateral). Pertemuan kedua menteri luar negeri tersebut sekaligus menandai 60 tahun usia hubungan diplomatik antara Indonesia dan Laos. Kedua tokoh membahas rencana lawatan perdana menteri Laos ke Indonesia, serta membicarakan peningkatan kerja sama ekonomi, terutama investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Nilai perdagangan Indonesia dan Laos tahun lalu mencapai US$ 10,071 juta, meningkat ketimbang di 2015, yakni US$ 8,55 juta. Sedangkan investasi Indonesia di Laos saat ini sebesar US$ 1,1 juta antara pengusaha perfilman Raam Punjabi dengan Major...

Pindad Segera Pasarkan Tank Medium Tahun Depan

Gambar
★ Dengan Kaliber 105 Milimeter MMWT FNSS- Pindad   [ FNSS ] ★ PT Pindad (Persero) siap memasarkan produk tank medium dengan laras kaliber 105 Milimeter hasil kerja sama dengan perusahaan Turki FNSS mulai 2018 mendatang. “ Tahun ini first article selesai, sehingga pada 2018 bisa mulai dipasarkan. Untuk sementara, pembahasan tentang pesanan ada dari TNI. Mereka sudah melakukan beberapa kali pembahasan. Mereka akan mengganti beberapa tank, ” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Kawasan PT Pindad, Kota Bandung, Senin (31/7/2017). Kendati demikian, dia mengaku belum ada kepastian jumlah tank yang akan dipesan TNI. Namun, sebagai gambaran, kapasitas produksi tank medium oleh PT Pindad antara 15-20 unit per tahun. Khusus untuk TNI, Pindad mengaku akan melakukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan TNI. “ Memang ada beberapa permintaan user yang belum bisa diakomodir karena masih pengembangan bersama. Tetapi setelah first article selesai, kami akan ubah ikuti permintaan TN...

RI – Korea Lakukan Kerjasama Pengembangan Pesawat Jet Tempur Generasi 4.5

Gambar
Libatkan ITB Untuk pengembangan kedepan Desain pesawat tempur KFX/IFX [Mildom] ★ D alam meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional dan kemandirian teknologi nasional terkait dengan kemampuan memelihara dan mengembangkan pesawat tempur, Pemerintah Indonesia melalui Kemhan RI dan Pemerintah Republik Korea melakukan kerjasama pengembangan pesawat jet tempur generasi 4.5. Pengembangan pesawat jet tempur jenis KF-X/IF-X ini merupakan implementasi kerjasama strategis antara Pemerintah RI dalam hal ini PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) dan Pemerintah Korea Selatan, yang ditandatangani pada 2006 lalu. Hal tersebut terungkap dalam acara jumpa pers antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemhan RI Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc dengan awak media yang di Balai Media Kemhan, Jumat (28/7). Pengembangan pesawat tempur secara mandiri lebih menguntungkan karena desain pesawat yang dibuat dapat menyesuaikan dengan persyaratan operasional dari PT DI. Kini, program tersebut m...

[Video] Melihat Kecanggihan Drone Karya Anak Bangsa

Gambar
Liputan CNN Sebenarnya banyak perusahaan swasta di Indonesia yang mampu memproduksi pesawat terbang tanpa awak atau drone. Selain pesawat, ada pula yang mampu mengintegrasikan drone ke dalam sebuah sistem tempur.    ★ Youtube  

Indonesia Kebagian Tugas Bikin Sayap, Ekor dan Pylon Pesawat Tempur

Gambar
Kerjasama dengan Korea Selatan Ilustrasi KFX/IFX ★ H ingga kini program EMD pesawat tempur KFX-IFX kini sudah menyelesaikan 14% dari keseluruhan perencanaan program sampai dengan tahun 2026. Selain itu pembagian kerja produksi juga sudah ditetapkan. Indonesia nantinya akan kebagian membuat sayap, ekor serta pylon pesawat tempur KFX-IFX. Demikian penjelasan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertahanan, Dr. Anne Kusmayati, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat siang. Terkait 4 teknologi inti yang ditolak oleh Amerika Serikat, Anne menjelaskan bahwa Korea Selatan akan bekerjasama dengan negara-negara eropa terkait pengembangan 4 teknologi itu. “ ada kesepakatan dari pihak Korea, mereka akan memberikan teknologi itu ke kita, atau kita diperbolehkan menggunakan alat itu dalam pesawat IFX kita, ” kata Anne. Korea Selatan sendiri saat ini sudah mengembangkan Radar AESA untuk KFX yang dilakukan oleh perusahaan Hanhwa. Upaya Hanhwa untuk mengembangkan radar AESA ini dilakukan se...

Kemhan 'Ngotot' Jualan Jet Tempur KF-X/IF-X

Gambar
Indonesia akan ikut menjadi penjual jet tempur hasil kerja sama dengan Korea Selatan. ( detik ) ● K ementerian Pertahanan menyatakan, kerjasama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X dengan Pemerintah Korea Selatan jauh lebih menguntungkan daripada membeli pesawat. " Kami tidak lagi menjadi pembeli (pesawat tempur), tapi menjadi penjual, " kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Anne Kusmayati di Jakarta, Jumat (28/7). Anne menambahkan, pesawat tempur ini akan dipasarkan ke negara-negara Asia Pasifik, meski enggan merinci nama negara yang dituju. Jet tempur jenis KF-X/IF-X ini merupakan implementasi kerjasama strategis antara Pemerintah RI dan Pemerintah Korea Selatan yang ditandatangani pada 2006. Rencananya jet tempur jenis ini akan siap beroperasi paling lambat pada 2030. Anne mengatakan, mengembangkan pesawat tempur secara mandiri lebih menguntungkan karena desain pesawat yang dibuat dapat menyesuaikan dengan persyaratan operasional dari PT Dirgantara Indonesia. ...

Rajawali 720, Bukan Sekedar Drone

Gambar
UAV berbentuk unik itu mulai meraung. Kecepatannya bertambah dan kemudian akhirnya lepas landas. Inilah UAV besutan PT. Bhineka Dwi Persada, yang diberi nama Rajawali 720. Selain bentuknya yang tidak biasa, spesifikasi UAV ini bisa dibilang lebih besar dibanding UAV lokal lainnya. Secara umum, Rajawali 720 memiliki panjang 4 meter dan rentang sayap 7 meter. Dengan payload 100 kg, UAV ini memiliki kecepatan jelajah hingga 135 km/jam. Namun yang istimewa adalah ketahanan terbangnya yang bisa mencapai lebih dari 20 jam. Sementara jarak terbang Line of sight , masih di angka 150an km. Angka ini bisa bertambah jika Rajawali 720 bisa terkoneksi dengan kendali melalui satelit. Namun bukan hanya UAV yang ditawarkan. PT. Bhineka dwi persada juga merancang sistem integrasi antara UAV dan Prajurit di lapangan dalam sebuah Mobile Command Control Vehicle. MCCV ini murni desain PT. Bhineka bekerja sama dengan Balitbang Kemhan. Kendaraan truk ini, bukan hanya sebagai pengendali UAV, tapi juga seba...

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

Gambar
Drone Rajawali 720 M enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom. " Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu, " kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah. " Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa, " katanya. Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di- up...

[Foto & Video] Ujicoba Drone

Gambar
Di Lapangan Terbang Pustekroket Rumpin B eberapa unit drone hasil karya anak bangsa di pamerkan dan ujicoba di Bogor. Foto dan Video dibawah diposkan pr1v4t33r@def.pk : Drone ini dinamakan UAS 'Rajawali 720', merupakan hasil kerjasama antara litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan. Penampakan drone 'Elang Laut', hasil kerjasama TNI AD bersama PT Carita Boat Indonesia. Drone ini dinamakan M3LSU03, diyakini produk LAPAN. Drone 'Elang L aut' akan diujicoba terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor. Mobile Command Control Vehicle (MCCV) Balitbang Kemhan. Video demo ujicoba terbang 'Rajawali 720' dari Youtube.   ★ Garuda Militer  

Jokowi Ingatkan Indonesia Harus Tetap Mandiri

Gambar
Banyak Tawaran Alutsista Asing Produksi rantis Komodo [Pindad]   P residen Joko Widodo mengatakan, Indonesia mendapat banyak tawaran kerja sama untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari beberapa negara. Tawaran yang masuk, antara lain berupa transfer teknologi, mulai dari desain alutsista bersama yang memungkinkan menghasilkan hak cipta baru dan dimiliki industri dalam negeri, hingga realokasi fasilitas produksi dari negara produsen alutsista ke Indonesia. Jokowi menegaskan, tawaran-tawaran itu harus dioptimalkan demi pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri. “ Tawaran-tawan tersebut harus dioptimalkan sehingga ada terobosan baru menuju kemandirian pertahanan. Terobosan itu harus mengubah pola belanja alutsista menjadi investasi pertahanan kita, ” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (26/7/2017). Jika kerja sama tersebut diwujudkan, Jokowi mengingatkan bahwa pengadaan alutsista harus memperhatikan faktor pemeliharaan. Jokowi tidak ingi...

Athan Inggris Tawarkan Kerjasama Dengan PT PAL

Gambar
P roduk berkualitas yang membanggakan dan mengharumkan nama Bangsa telah sukses diproduksi Insan PAL Indonesia. Strategic Sealift Vessel (SSV) sebagai kapal perang ekspor perdana yang berhasil di serahkan ke Kementerian Pertahanan Filipina. Hal ini membuat banyak Negara menengok PT PAL Indonesia (Persero) untuk melihat dan mengkaji peluang potensi yang dapat dikerjasamakan. Inggris, sebagai salah satu negara adidaya dan berteknologi kemaritiman yang handal, melihat potensi pada PT PAL Indonesia (Persero) untuk berkolaborasi bersama. Atase Pertahanan Colonel Adrian H Campbell-Black bersama tim diterima Direktur Utama PT PAL INDONESIA (Persero) Budiman Saleh, Direktur Pembangunan Kapal-Turitan Indaryo, Kepala Perencana Strategis Perusahaan-Tjahyono Yudo & Sekretaris Perusahaan-Elly Dwirat Manto. Andrian menyampaikan bahwa melalui industri Komponen yang berlokasi di Inggris ingin menawarkan kerjasama strategis dalam proyek pembangunan Kapal yang akan sedang dan dibangun PT PAL INDONE...

BPPT Siap Uji Pesawat Nirawak MALE

Gambar
Pada 2019 D rone MALE TAI Anka akan di produksi PT DI [ Youtube ] B adan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan konsorsium siap menguji pesawat udara nirawak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) di 2019. " Ke depan yang MALE kita kembangkan. Itu bisa terbang dengan jangkauan lebih jauh, muatan lebih banyak, durasi terbang lebih lama bisa 24 jam, digunakan untuk surveillance (pengawasan) perbatasan karena sifatnya lebih ke arah untuk pertahanan dan keamanan ," kata Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Ahad. Pembuatan prototipe untuk PUNA jenis ini, menurut dia, akan selesai pada 2018. Kepala Program Drone BPPT Joko Purwono mengatakan MALE akan sudah bisa diuji coba pada 2019. Kolaborasi pengerjaannya dilakukan BPPT dengan konsorisum yang di antaranya ada PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, Kementerian Pertahanan dan Keamanan hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan pesawa...

PAL Indonesia Fokus Bangun Kapal Pembangkit Listrik

Gambar
Tahun ini prioritas pesanan dalam negeri Kapal Pembangkit Listrik karadeniz [tribunnews] ☆ PT PAL Indonesia tahun ini akan fokus membangun empat kapal pembangkit listrik dalam kerja sama dengan perusahaan Turki Karpowership. Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Kamis, mengatakan kerja sama dengan Karpowership mencakup pembangunan kapal pembangkit listrik yang nantinya dapat digunakan di Indonesia atau dipasarkan di kawasan Asia Pasifik. Selain fokus mengerjakan proyek kapal pembangkit listrik, PAL Indonesua juga akan memprioritaskan penyelesaian pesanan kapal Landing Platform Dock (LPD) dan kapal cepat rudal (KCR) dari TNI Angkatan Laut RI " Yang sudah pasti itu empat kapal dari Karpowership, kemudian kami masih menunggu dari Angkatan Laut kita. Insya Allah ada dua LPD lagi, mungkin ada KCR 60 meter juga, " katanya. Budiman mengatakan perusahaan memprioritaskan pengerjaan pesanan perusahaan Turki dan pesa...