Postingan

Menampilkan postingan dengan label PLTN

RI Punya 7.000 Ton Uranium

Gambar
♙ Ini Dia Lokasinya Ardan Adhi Chandra ♙ Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) beberapa waktu lalu melakukan eksplorasi mineral radioaktif (bahan galian nuklir) di beberapa daerah di Indonesia. Hasilnya, ditemukan sejumlah potensi uranium di beberapa tempat. Sebelumnya, temuan potensi mineral uranium telah ditemukan BATAN berada di daerah Kalan, Melawi, Kalimantan Barat. Selain Kalan, ada beberapa daerah yang potensial lainnya memiliki kandungan uranium, seperti di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sibolga Sumatera Utara, dan Biak Papua. BATAN menghitung besaran potensi uranium di Indonesia mencapai 7.000 ton. " Kandungan total potensi di Indonesia 7.000 ton. Adanya di berbagai macam tempat ada di Mamuju, Kalan, Papua, dan yang lainnya. Yang sudah pasti jelas ada di Kalan, " terang Kepala Pusdiklat Batan Sudi Ariyanto saat dihubungi detikFinance, Jumat (29/4/2016). Dalam mencari potensi uranium di Indonesia, BATAN juga dibantu instansi lai...

PLTN Belum Prioritas

Gambar
Rusia Kembali Tawarkan Kerja Sama Nuklir Ilustrasi PLTN ★ Demi mempersiapkan tenaga ahli dari Indonesia, pemerintah Rusia siap mengundang para pemuda Indonesia untuk mempelajari teknologi nuklir di berbagai perguruan tinggi di Rusia. Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Nikolay Vasilievich Fyodorov kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (15/3). Fyodorov berpendapat, kerja sama di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Selain memberikan program pendidikan teknologi nuklir bagi para pemuda Indonesia, ia mengaku bahwa negaranya pun siap menurunkan para tenaga ahli dari Rusia demi mendukung pembangunan PLTN di Indonesia. Menanggapi tawaran tersebut, wapres menerangkan bahwa saat ini pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi dan energi terbarukan, seperti air dan panas bumi. Sementara, PLTN belum menjadi prioritas, bahkan menjadi alternatif ...