Postingan

Menampilkan postingan dengan label LEN

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

Gambar
Drone Rajawali 720 M enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom. " Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu, " kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah. " Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa, " katanya. Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di- up...

BPPT Siap Uji Pesawat Nirawak MALE

Gambar
Pada 2019 D rone MALE TAI Anka akan di produksi PT DI [ Youtube ] B adan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan konsorsium siap menguji pesawat udara nirawak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) di 2019. " Ke depan yang MALE kita kembangkan. Itu bisa terbang dengan jangkauan lebih jauh, muatan lebih banyak, durasi terbang lebih lama bisa 24 jam, digunakan untuk surveillance (pengawasan) perbatasan karena sifatnya lebih ke arah untuk pertahanan dan keamanan ," kata Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Ahad. Pembuatan prototipe untuk PUNA jenis ini, menurut dia, akan selesai pada 2018. Kepala Program Drone BPPT Joko Purwono mengatakan MALE akan sudah bisa diuji coba pada 2019. Kolaborasi pengerjaannya dilakukan BPPT dengan konsorisum yang di antaranya ada PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, Kementerian Pertahanan dan Keamanan hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan pesawa...

Kerjasama Industri Strategis Bersama Turki

Gambar
Senilai US $ 520 million Kunjungan resmi Presiden RI, Jokowi selama dua hari di Ankara, Turki, menghasilkan kerjasama industri strategis mencapai US $ 520 million. Kerjasama dalam membangun dan produksi ini melibatkan BUMNIS ( B adan Usaha Milik Negara Industri Strategis). Berikut sekilas rangkuman dari berbagai media . Bersama PT PAL Indonesia, perusahaan energi Turki, Karadeniz akan membangun 4 unit kapal pembangkit listrik untuk Indonesia . Kesepakatan ini dicatat senilai US $ 3 2 0 million. [ wikimedia ] Juga dalam M o U yang disepakati bersama, Indonesia melalui BUMNIS, PT PAL akan kerjasama dengan galangan kapal Turki membangun kapal selam dari desain yang pernah dita warkan sebelumnya tipe U214. [ google ] Dengan PT Dirgantara Indonesia juga disepakati kerjasama membangun pesawat CN 245 kedepan. Selain itu juga PT DI menawarkan pesawat barunya, N219. [ PT DI ] Kesepakatan bersama PT DI ini juga membolehkan BUMNIS membangun secara lisensi dan memasarkan pesawat tanpa awak UAV TA...

5 BUMN Ikuti Pameran Mast Asia 2017

Gambar
✈ Di Tokyo PT Pindad (Persero) yang tergabung dalam klaster National Defence and High-Tech Industry (NDHI) Kementerian BUMN dalam paviliun Indonesia mengikuti pameran Maritime/Air Systems & Technologies for Defence, Security and Safety (MAST Asia) yang diselenggarakan pada 12-14 Juni 2017 di Tokyo, Jepang. Kementerian BUMN hadir di MAST Asia diwakili oleh klaster NDHI & NSHI yang menampilkan berbagai mock up beserta poster produk. 5 BUMN yang hadir langsung yaitu PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia, PT Len Industri dan PT Dahana. Adapun BUMN yang tidak hadir langsung diwakili oleh poster produk. Partisipasi Indonesia dalam pameran teknologi sistem maritim dan udara ini untuk menunjukkan berbagai kemajuan teknologi, khususnya di bidang industri pertahanan yang tidak kalah dengan negara lain. Indonesia Bersama Jepang dan India merupakan wakil dari Asia yang mengikuti event ini. Pindad menampilkan mock up dan poster produk maritim serta produk unggulannya seper...

LEN Jajaki Kerjasama Internasional

Gambar
Tandatangani 3 MoU PT Len Industri (Persero) menandatangani tiga MoU kerjasama dengan Aselsan, perusahaan pertahanan asal Turki, LIG Nex1 dari Korea Selatan serta Isihellas dari Yunani. Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi, Selasa (8/11) melaporkan, penandatanganan kerjasama digelar dalam pergelaran Indo Defence Expo & Forum 2016, ajang pameran dan konferensi produk pertahanan dan keamanan bertaraf internasional yang diikuti oleh 844 peserta dari 45 negara, bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (3/11) lalu. Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Len-Zakky Gamal Yasin, Nazim Altintas-Member of Board Aselsan, dan Shigon Kim-Senior Vice President LIG Nex1 yang didampingi oleh jajaran direksi lainnya. Sehari setelah itu, Direktur Operasi 2 Len-Darman Mappangara dan Business Development Director Isihellas–Nikos Gkikas menandatangani MoU kerjasama pertahanan pada event yang sama. Bentuk Kerjasama Len-Aselsan Turki berupa ToT ( Transfer of Technology ) di bidang...

Thales Offers Greater Involvement of Local Industry in TACTICOS Development

Gambar
The Indonesian government is expected to issue a tender for two more frigate platforms in the 2017-18 timeframe. Inside the combat information centre of the Indonesian Navy's first SIGMA 10514 PKR frigate, which features a variant of the TACTICOS CMS, during its sea acceptance trials in September 2016. (Thales) ☆ T hales is offering greater participation of local industry in the development of a TACTICOS variant should the combat management system (CMS) be selected for future Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut, or TNI-AL) frigates. Speaking to IHS Jane's at the Indo Defence 2016 exhibition in Jakarta on 3 November, officials from Thales said that the TACTICOS variant onboard the first SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) frigate already features a number of sub-modules that have been developed by Indonesian defence electronics company PT Len. Tender for two more frigate platforms in the 2017-18 The system successfully completed sea acceptance trials o...

Indonesia Tandatangani MoU dengan Korea Selatan

Gambar
Alih Teknologi Produk Elektronik Prototipe smart bomb , proyek LIG Nex1 bersama PT Pindad. ☆ P erusahaan LIG Nex1, Korea Selatan bersama mitra lokal PT LEN telah menandatangani MoU kerjasama bidang eletronik pertahanan. Kedua perusahaan sepakat untuk mendesain dan memproduksi peralatan pertahanan seperti perangkat lunak ( softwares ) alat komunikasi dan combat management system (CMS) dengan alih teknologi dari perusahaan Korea Selatan kepada PT LEN. Sumber dari perusahaan LIG Nex1 mengatakan bahwa kesepakatan juga termasuk menyediakan keperluan untuk TNI AU. PT LEN akan menawarkan produk kerjasama tersebut kepada TNI, dan nantinya bila ada kontrak pengadaan, akan diproduksi di Indonesia. [ Janes ]   ☆ Garuda Militer  

Pindad, Len, dan Thales Bermitra Membuat Kendaraan Lapis Baja Digital Indonesia

Gambar
Ilustrasi Badak FSV produk PT Pindad P ada gelaran Indo Defence 2016, PT Pindad, PT Len, dan Thales memperkenalkan konsep Kendaraan Lapis Baja Digital yang mengintegrasikan Sistem C5I ( Computerized, Command, Control, and Combat Information ) Indonesia yang pertama. Nota Kesepahaman pertama ditandatangani oleh tiga perusahaan tersebut di ajang EUROSATORY, Pameran Pertahanan & Keamanan yang berlangsung di Paris pada Juni 2016, untuk bersama-sama merancang sistem misi kendaraan militer Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan operasional kendaraan lapis baja yang diajukan oleh PT Pindad untuk Tentara Nasional Indonesia. Pada era digitalisasi medan tempur, keunggulan informasi di medan tempur sangat penting untuk pelaksanaan operasi yang sukses. Dalam konteks ini, ada kebutuhan bagi TNI untuk mengoperasikan kendaraan yang terintegrasi dengan peralatan elektronik di dalam kendaraan. Dalam kemitraan ini ketiga perusahaan akan menggabungkan keahlian masing-masing d...

Skytrack LEN

Gambar
Balon Udara yang Cocok untuk TNI dan Polri Kapolri berkunjung ke PT LEN di Bandung, MTVN - Octavianus ☆ PT LEN Industri (Persero) memproduksi balon udara berteknologi canggih. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun berminat menggunakan alat tersebut. Dirut PT LEN Industri Abraham Mose mengatakan balon udara yang dinamakan Skytrack tersebut sangat cocok untuk memantau situasi darat di wilayah blank spot. Maksudnya, wilayah yang berlokasi jauh dari jangkauan kepolisian seperti Sulawesi dan Papua. Alat itu memantau kondisi dari ketinggian atau udara. Benda tersebut akan diuji coba sesuai permintaan Kapolri Badrodin Haiti. " Mungkin di Poso (Sulawesi Tengah) atau Papua. Tapi sementara, Kapolri belum menentukan tempatnya, " ungkap Abraham, ditemui di PT LEN Industri, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jawa Barat Jumat (18/3/2016). PT LEN merahasiakan wujud balon udara. Tapi Abraham memastikan Skytrack dibuat untuk mendukung petugas yang berwajib seperti TNI dan Polri. Abraham menut...

Kapolri ajak LEN perkuat alat komunikasi polisi

Gambar
Salah alat surveillance LEN juga didesain untuk dapat dipasang di pesawat terbang ataupun helikopter Salah satu alat komunikasi produksi LEN K apolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengajak PT LEN Industri (Persero) melengkapi alat komunikasi satuan-satuan kepolisian sekaligus bersinergi mengembangkan inovasi teknologi pendukung alat utama sistem pertahanan (alutsita). " Kami berharap hasil rekayasa, teknologi yang diciptakan LEN dapat diterapkan dalam tugas keseharian menjaga NKRI termasuk menjaga dari ancaman - ancaman pihak luar, " kata Kapolri saat berkunjung ke kawasan industri PT LEN Industri (Persero) di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat. Kapolri Badrodin Haiti dalam kunjungannya ke BUMN Strategis itu didampingi oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol M Tafik. Ia diterima dan mendapat penjelasan dari Direktur Utama PT LEN Abraham Mosse. Ia mengharapkan adanya dukungan ragam teknologi yang berhasil diciptakan LEN untuk mendukung kinerja Polri. Kapolri menegaskan dan mengajak LEN u...